Meraih Ketakwaan Dengan Berpuasa Ramadhan
Keutamaan Ibadah Puasa
Ibadah puasa memiliki banyak manfaat bagi seorang mukmin. Di antara
faidah terbesar menjalankan ibadah puasa adalah tumbuhnya ketakwaan di
dalam hati, sehingga menahan anggota badan dari berbuat maksiat. Allah
Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa” (QS. Al-Baqarah [2]: 183).
Di dalam ayat yang mulia ini, Allah Ta’ala menjelaskan bahwa puasa
disyariatkan bagi hamba-Nya untuk meningkatkan dan menyempurnakan
ketakwaan mereka. Takwa merupakan sebuah istilah yang mencakup seluruh
kebaikan. Para ulama menjelaskan bahwa takwa adalah melaksanakan
perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, karena mengharap pahala dari Allah
Ta’ala dan karena rasa takut terhadap adzab dan hukuman-Nya.
Lalu, mengapa puasa merupakan sebab ketakwaan? Terdapat beberapa penjelasan mengenai hal ini.
Pertama, dengan puasa, seseorang akan lebih sedikit
makan dan minum, yang menyebabkan lemahnya syahwat. Lemahnya syahwat ini
menyebabkan berkurangnya maksiat yang ingin dia kerjakan. Karena
syahwat adalah sumber dan awal dari semua maksiat dan keburukan. Hal ini
sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
الصِّيَامُ جُنَّةٌ
“Puasa adalah perisai” (HR. An-Nasai no. 2228, 2229 dan Ibnu Majah no. 1639, shahih).
Kedua, berpuasa melatih seseorang untuk kuat, sabar,
dan tabah. Semua ini akan mendorong seseorang untuk meninggalkan dan
menjauhi hal-hal buruk yang disukai jiwanya. Sebagai salah satu contoh,
seseorang yang terbiasa dan sulit untuk berhenti merokok, dia mampu
meninggalkannya dengan sebab puasa. Dia pun mampu meninggalkan kebiasaan
buruk itu dengan lebih mudah.
Ketiga, berpuasa memudahkan seseorang untuk berbuat
ketaatan dan kebaikan. Hal ini tampak nyata di bulan Ramadhan.
Orang-orang yang di luar bulan Ramadhan malas dan merasa berat
beribadah, maka ketika bulan Ramadhan mereka berlomba-lomba untuk
beribadah sebanyak mungkin.
Keempat, berpuasa menyebabkan lunaknya hati untuk
senantiasa berdzikir kepada Allah Ta’ala dan memutus berbagai sebab yang
dapat melalaikan-Nya. Semoga Allah Ta’ala memberikan hidayah-Nya kepada kita sehingga bisa menjadi hamba-Nya yang bertkwa.
Baca juga : agungnya-perkara-tauhid-dan-istighfar.
Baca juga : agungnya-perkara-tauhid-dan-istighfar.
0 Response to "Meraih Ketakwaan Dengan Berpuasa Ramadhan"
Posting Komentar